17 FEBRUARI

Buya Hamka

17 Februari di ambang mata, tapi hanya sedikit orang yang mengalihkan pandangannya pada hari itu, kebanyakan lebih tertarik pada pesona 14 Februari sebagai Valentine’s Day.

Apa sih pentingnya 17 Februari?

Tidak terlalu penting juga sih, tapi tahukah kita jika ulama yang selalu kita sanjung-sanjung di negeri ini telah dilahirkan pada hari itu?. Ya…beliau terlahir pada tanggal tersebut 100 tahun yang lalu, dengan nama Abdul Malik Karim Amarullah, yang kemudian beliau lebih dikenal dengan sebutan HAMKA.

Beliau adalah seorang ulama yang sangat dicintai negeri ini, bayangkan saja, saat ini, setelah 27 tahun wafat, hampir semua orang masih mengenalnya, mencintainya, menunggu “reinkarnasi”-nya, bahkan banyak kalangan yang ingin menjadikan beliau bagian dari mereka, meskipun jika pun hidup belum tentu beliau merestui klaim orang-orang tersebut. Nilai positifnya adalah beliau adalah orang yang bisa diterima dan disanjung oleh semua kalangan, dari kalangan “bawah” sampai “atas”, dari “kiri” dan juga “kanan”.

Tahukah kita bahwa kepribadian Buya yang kita kenal demikian tidaklah terbentuk seketika saja, pahit-manis, asam-garam telah beliau rasai sebelum pada akhirnya karakter itu terbentuk. Beliau bukanlah orang yang disenangi semua kalangan ketika mudanya, atau juga ketika masa tuanya, negeri ini tidak pernah benar-benar mencintainya kecuali ketika beliau telah tiada. Memang benar kata orang “nikmat itu baru bisa dirasakan ketika dia telah hilang”, kira-kira begitu jugalah sikap negeri ini pada beliau. Ketika hidup, beliau diusir, difitnah, dikejar-kejar dan dipenjara, namun ketika beliau telah tiada, semua baru tersadar jika batu itu ternyata adalah permata, bukan batu biasa yang mengkilap.

Sikap umat Islam di negeri ini memang aneh terhadap Buya, di satu sisi kita ingin orang-orang seperti beliau hadir kembali mengisi kekosongan posisi yang beliau tinggalkan, tapi di sisi lain untuk sekedar memperbanyak atau mencetak ulang karya-karya beliau saja kita bahkan kurang peduli.

Jika kita ingin menelusuri karya-karya asli beliau, maka kita akan sangat kesulitan mendapatkannya, jangankan untuk membeli, untuk meminjam saja kita mungkin tidak tahu akan kemana, hanya sedikit dari sekian banyak karya beliau dapat dinikmati, itupun setelah melakukan usaha peras keringat yang subhanallah susahnya.

Mungkin setiap tahun ada yang mengadakan acara peringatan kelahiran beliau, tapi tetap saja itu tidak cukup untuk “menghidupkan kembali” Buya HAMKA ditengah-tengah masyarakat. Mungkin tidak ada cara lain agar beliau tetap “ada” selain mengadakan pencetakan besar-besaran karya-karya beliau, dan kembali menyebarkannya ke sekolah-sekolah, pesantren-pesantren, surau-surau bahkan pustaka-pustaka pribadi kita.

Kita harus juga ketahui bahwa sosok Buya hanya banyak diketahui oleh generasi tua yang terkadang juga tidak mempunyai bukti otentik tentang pengetahuannya itu, seperti buku dan sebagainya, sedang di kalangan generasi muda hanya mengenal sosok Buya sekedarnya saja, mereka lebih tertarik mengoleksi kaset, komik, novel-novel percintaan yang hambar dari pada mengoleksi kaset/rekaman ceramah, novel, artikel dan karya-karya Buya HAMKA. Kita tidak bisa menyalahkan mereka yang tidak peduli dan tidak tahu, tapi pertanyakanlah mengapa mereka jadi demikian? bukankah karena sedikitnya informasi yang sampai pada mereka?.

Oleh karena itu, kami rasa peringatan seabad Buya HAMKA ini harus diiringi dengan komitmen untuk kembali “menghidupkan” Buya HAMKA di negeri ini, khususnya Ranah Minang, menjadikan beliau sebagai salah satu main idol masyarakat. Bisa jadi dengan memperbanyak pencetakan karya-karya Buya, atau juga mungkin bisa dengan mengadakan serangkaian acara-acara sampai ke sekolah-sekolah, atau mungkin dengan sekedar memajang poster-poster di jalanan yang merangsang kembali rasa cinta pada beliau yang tak pernah kesampaian. Untuk hal ini tentunya yang dibutuhkan adalah sebuah kekuatan dari kalangan pemimpin dan tokoh masyarakat untuk memulai langkah itu. Wallahu a’lam.

(Untuk Mengenang 100 tahun Buya HAMKA)

2 pemikiran pada “17 FEBRUARI

  1. hidupp buya hamka baru😀.
    kak abrar ba akaba kak?
    sehat kak..
    wahestanni awi kak…

  2. ahlan..winta aktar ya fandem..:D
    alhamdulillah aman..:) aa kaba di Kairo kini?masih sibuk andri nampaknyo yoh..???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s