Menginvestasikan Uang Donasi/Tabarru’

Soal:

Kami mengumpulkaan sejumlah uang untuk kepentingan anak yatim, kemudian salah seorang dari kami mengusulkan agar uang tersebut diinvestasikan dahulu, dan kami menyetujuinya. Ternyata kami mengalami kerugian. Apakah menginvestsikan harta anak yatim itu dibolehkan dalam Islam? dan siapakah yang menanggung kerugian tersebut?

Jawab:

(Dijawab oleh Prof. Dr. Ali Mahyuddin al-Qarrahdaghi, guru besar sekaligus ketua Jurusan Fiqih dan Ushul di Universitas Qatar)

Menginvestasikan harta yang diperuntukkan bagi kegiatan pendidikan anak yatim tidak boleh secara syara’. Karena para donator menginginkan agar harta ini disalurkan secepatnya atau digunakan sesuai kebutuhan untuk menutupi biaya kegiatan ini, dan tidak pernah bermaksud untuk menginvestaiskannya. Dan jika mereka menginginkan hal yang demikian maka mereka telah menjadikannya sebagi wakaf yang diinvestasikan.

Oleh karena itu, maka mereka yang melakukannyalah yang bertanggungjawab, kondisi ini sejalan dengan jika seandainya semua donator sepakat untuk melakukan akad investasi maka konsekuensinya semua pemilik saham haruslah menanamkan saham mereka dengan jaminan.

Sementara itu hutang mereka tidak akan lunas kecuali dengan mengembalikan harta tersebut ke jalan semula yaitu untuk anak yatim. Dan jika mereka tidak mampu maka mereka mempunyai hak untuk menerima zakat karena mereka tergolong kepada gharimin/orang yang berhutang

(Diterjemahkan dari rubrik Fatawa Majalah al-Iqtishad al-Islami edisi 285 bulan Dzulhijjah 1425H/Januari-Februari 2005)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s