NASYID ABAD XXI

Hari ini penulis tergerak untuk mendengarkan lantunan nasyid, list koleksi nasyid mulai diperdengarkan, mulai dari yang tersyahdu sampai yang terbaru. Hal ganjil panulis rasakan di sela-sela pertukaran lagu-lagu tersebut.

Memang kemajuan dunia musik belakangan menjadikan nasyid sedikit lebih menggeliat, nasyid yang dalam beberapa kalangan lebih dikenal dengan lagu-lagu rohani dituntut agar lebih kreatif.

Pernah sekali seseorang mengungkapkan dalam sebuah situs musik bahwa seharusnya nasyid sekarang memang harus bisa bersaing, paling kurang dengan lagu-lagu rohani kristen yang mulai merambah aliran R&B, Pop, Rap dan sebagainya.

Sekilas ini mungkin menjadi alasan mengapa lagu-lagu islami saat ini menjadi lebih beragam, namun penulis melihat keberagaman jenis lagu islami saat ini dikarenakan oleh pergeseran fungsi lagu tersebut ditengah masyarakat.

Dahulu lagu-gu islami, seperti kasidah dan nasyid, merupakan sarana untuk menyampaikan isi Islam melalui media seni tarik suara, maka tidak mengherankan jika musik tidaklah menjadi hal yang terlalu signifikan karena lebih mementingkan isi lagu dari alunan lagu itu sendiri, sehingga yang kita rasakan darinya adalah kuatnya nilai ruh yang disalurkan tembang-tembang islami itu, cobalah anda dengarkan lagu-lagu nada murni atau beberapa tim-tim nasyid dan kasidah lama, dengarkanlah lagu Sepohon Kayu, Apakah Benar Engkau Pejuang, Secerah Pawarna dan lain sebagainya, benar-benar mengajak kita kembali mengingat, menyadarkan dan mengenal Islam.

Saat ini fungsi nasyid dan lagu islami semakin bertambah, disamping hal diatas ia juga berfungsi sebagai musik alternatif, maka seperti yang diusulkan orang yang di sebuah situs tadi, nasyid mulai masuk aliran Pop, Pop Alternatif, Rap, R&B, dan sebagainya (untung belum ada rock!). Bahkan band-band yang ada sekarang sudah mulai merambah lagu-lagu rohani, ada Ungu, juga ada GIGI.

Dari segi booming syi’ar Islam memang tercapai, artinya islamisasi aliran-aliran musik bisa dibilang lumayan sukses, akan tetapi satu yang ketinggalan, kadang-kadang nasyid sekarang kehilangan fungsi utamanya, sebagai media untuk mengingat dan mengenal islam.

Kita justru kadang lebih terlena dengan alunan lagu dan musik dari pada isi yang disampaikan oleh munsyid/penyanyi, kemana kesyahduan, kekuatan ruh ketika mendengar lagu islami hari ini? itu yang terasa berkurang! bahkan dibeberapa lagu nasyid sangat susah kita membedakan antara nasyid itu sendiri dengan lagu pop biasa, bahkan dari segi isi juga hampir tidak ada perbedaan antara keduanya..!

Inilah tantangan para munsyid abad 21, bagaimana menemukan kembali ruh lagu islami yang bukan hanya bisa membuat orang bersemangat, termangu dan berjingkrak tapi juga bisa membuat orang tertunduk, tersadar, menangis dan insaf.

Bukan berarti kita menafikan peran nasyid-nasyid aliran baru ini, masalah hidayah siapa yang tahu, mungkin beberpa orang bisa menjadi tertarik kepada Islam melalui hal itu, tapi alangkah lebih bagusnya jika nasyid kembali seperti dahulu, menjadi sebuah aliran musik khas islam bukan malah nasyid masuk dan melebur ke aliran musik yang ada, atau paling kurang nasyid yang mempertahankan model lama tidak hapus begitu saja, karena kami rindu itu..!.

Semoga Allah menunjuki kita semua kepa jalan hidayahNya..amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s