YUK BELAJAR BAHASA ARAB!

Belajar Bahasa Arab seharusnya sudah menjadi populer di kalangan muslim, karena bagaimanapun Islam dan Bahasa Arab bak buku dan kulitnya, kalau kulitnya hilang atau rusak tidaklah buku itu indah lagi dipandang mata. Namun sangat disayangkan, jangankan untuk mempopulerkannya, mempelajari ilmu dasarnya saja hanya sedikit dari mereka yang tertarik. Hal ini mungkin terjadi akibat adanya persepsi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat bahwa belajar Bahasa Arab itu susah, kaedah dan aturannya terlalu banyak dan ketat, belum lagi imej belajar Bahasa Arab itu hanya untuk kalangan agamawan, atau lebih naif lagi untuk jadi TKI/TKW. Hal ini berbanding terbalik dengan persepsi masyarakat tentang Bahasa Inggris. Bahasa Inggris itu lebih gampang dipelajari, tata bahasanya tidak serumit Bahasa Arab, orang yang pandai berbahasa Inggris dianggap intelektual dan terkemuka di masyarakat, atau dalam tataran pekerjaan imej yang terbentuk jika belajar Bahasa Inggris adalah semua pekerjaan kelas atas.

Fenomena seperti ini sudah lazim kita temukan di masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Persepsi seperti ini yang perlu diluruskan kembali.

Bahasa manapun di dunia ini pada dasarnya mudah dipelajari dan tidak pernah ada dikotomi siapa yang berhak mempelajarinya. Sebuah ungkapan dari Ust. Akrom Malibari (Dosen kami ketika pelatihan/persiapan calon Mahasiswa Al-Azhar 2002) perlu kita cermati, “Menirukan saja kok repot”. Ya..bahasa tidak lebih dari proses mendengar dan meniru atau mencontoh, seperti anak kecil yang baru terlahir ke dunia, pada awalnya sangat susah baginya untuk sekedar mengucapkan kata “mama” misalnya, tapi karena terus diucapkan akhirnya lidahnya bisa juga dengan fasih mengucapkan kata tersebut. Filosofis sederhana inilah yang harus tertanam pertama kali dalam memori kita ketika mempelajari sebuah bahasa, termasuk Bahasa Arab yang katanya sulit itu.

Ada satu filosofis belajar bahasa lainnya yang kami dapatkan dari Ust, Dasril (Guru Bahasa Inggris ketika kami belajar di MAKN Kotobaru Padang Panjang) yaitu, “Semakin banyak yang anda dengar maka semakin banyak yang bisa anda keluarkan/ucapkan”. Masih seperti anak kecil tadi, ketika anak kecil hanya berada di dalam rumah maka bahasa yang didapatnya hanya yang seputaran rumahnya itu, namun ketika dia beranjak besar, dia mulai keluar dan mendapatkan bahasa lebih dari apa yang ada dirumah, semua direkam dan ditirukan, dan itu tergantung pada intensitas bahasa tersebut lewat ke telinganya, jika sering masuk maka dia akan cepat menguasainya, jika sedikit maka ia akan kesulitan untuk menguasainya, bahkan untuk sekedar mengulanginya di waktu yang berbeda.

Oleh karena itu satu hal yang perlu diperhatikan oleh mereka yang terlibat dalam proses pembelajaran Bahasa Arab adalah bagaimana ia mampu menciptakan miliu pada dirinya untuk bisa banyak mendengar atau memasukkan Bahasa Arab ke telinganya. Mungkin melalui kaset, radio, televisi, atau paling kurang menjadikan istilah-istilah Arab sebagai konsumsi umum bukan konsumsi orang perorang atau kelompok tertentu saja.

Tentu ini tidak gampang, semua yang mengarah kepada yang berbau Arab haruslah diarahkan kepada hal diatas, seperti sekolah-sekolah/perguruan tinggi agama seharusnya lebih memacu pelajarnya untuk lebih mendalami Bahasa Arab, bukannya malah lari dari Bahasa Arab, demikian juga dengan lembaga-lembaga Bahasa Arab yang ada agar lebih memperbanyak porsi praktek berbahasa daripada masalah ketatabahasaan yang rumit-rumit, khususnya bagi level pemula, setidaknya untuk terus memupuk minat. Lembaga dan sarana dakwah Islam, seperti kajian-kajian dan mimbar, agar membiasakan masyarakat dengan istilah-istilah Arab, tentunya sembari memberikan pemahaman tentang istilah-istilah itu, paling kurang dengan demikian akan membantu mereka dalam memahami dan mentadabburi ayat-ayat al-Qur’an ketika membacanya.

Memang bagi kalangan muslim, tujuan utama yang harus dicapai dalam mempelajari Bahasa Arab adalah agar bisa memahami dan mentadabburi al-Qur’an dan Sunnah secara benar, sehingga al-Qur’an dan Sunnah itu hidup dalam kehidupannya, namunpun demikian kita tidak boleh juga menghakimi bahwa Bahasa Arab hanya untuk itu, kita juga semestinya berfikir al-Qur’an lah yang mendorong kita untuk belajar Bahasa Arab, dan ketika kita mempelajarinya dengan benar kita akan mendapatkan lebih dari sekedar bisa memahami al-Qur’an, sehingga kebahagiaan hidup kita lahir dari semangat mempelajari al-Qur’an. Sudah saatnya seorang berfikir untuk menjadi diplomat ke Arab mestilah mereka yang bisa berbahasa Arab, sehingga hubungan diplomatik Indonesia dengan bangsa Arab bisa lebih erat lagi, dan sudah saatnya juga yang banyak kita kirim ke Timur Tengah bukan TKW melainkan para ilmuwan yang juga pintar berbahasa Arab, sehingga terjalin hubungan yang lebih mapan antara Indonesia dengan Timur Tengah, bukankah Eropa dan Amerika ramai-ramai “berburu” ke Timur Tengah, mengapa kita tidak, tentunya dalam artian positif.

Mari kita bersama-sama mempelajari Bahasa Arab untuk tujuan tertinggi agar bisa memahami agama Islam dengan baik, dan mudah-mudahan dengan tujuan yang mulia itu Allah akan membukana pintu-pintu rahmat-Nya dalam kehidupan dunia ini, dan akhirat tentunya.

About these ads

7 Komentar »

  1. dafit Said:

    yeah,org non muslim banyak yg pandai bhs arab loh! tentunya qt gak mau kalah ama mereka. tul nggak?

  2. Saree Said:

    Inta shoh jiddan!!! Just wait n see…iam gonna b the one who will conquere Middle East especially Dubai someday (quite narsist, huh??)….hehehe…..once ustad in Ma’had ever asked me why i join arabic program at ma’had..then i answered coz i wanna be able 2 speak arabic fluently so i can visit my dream destination “DUBAI”….wuahahah…wanna know what ustad said to me after hearing my answer? Yaa salaam…dzalika dunya…wa dunya fitnah!! Hehehe….’ala fikroh…al aan iam called as Miss Dubai in Ma’had….even worse i already infected the Akhwat there with The virus of Dubai…now everyone dreams to visit Dubai someday…wuahahahahah…iam one hundred percent sure u also, dont ya?hehehe

  3. nda Said:

    bener jg si abs, tp aq udh lama g belajar arab nih, satu2nya bahasa arab yang sering aq ulang yang baca AL Quran… sedih jg ya kalo kita orang muslim tp g bisa bhs arab

  4. ari Said:

    ARI-AUG 2008
    I hope, i”ve a chance to learn arabic, coz its really important to understant Al Qur’an. pls give me all information in jakarta city. Tq for information.

  5. ragab304 Said:

    Kebetulan saya punya teman di Ciputat yang lagi ngurusin lembaga bahasa arab, namanya Yani Hamdani, kalau mas Ari bersedia silakan kontak beliau di nomor :081311137047. Ini kalau mas Ari sebelumnya belum bersentuhan dengan bahasa arab, tapi kalau sudah pernah nyantri atau yang sejenisnya sebaiknya mas Ari gabung ke LIPIA atau Al-Hikmah dsb yang semisal, saya rasa di Jakarta banyak, tapi yang saya tahu cuma itu saja. Maaf jika kurang bisa membantu — Abrar–

  6. nawal Said:

    Hayya nadrisu lughatul arabiyyah Maan….
    knawal29@yahoo.com

  7. YOYOK RIMBAWAN Said:

    Tolong saya dikasih info bagaimana mempelajari bahasa Arab dengan mudah, bisa berupa buku, CD/DVD, atau youtube


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: