Islam; Akidah, Syari’ah dan Akhlak

Beberapa tahun belakangan upaya untuk memerangi Islam semakin gencar, terlebih-lebih pasca peristiwa 11 September. Namun di sebalik itu ternyata dunia juga dikejutkan oleh booming Islam di Eropa dan Amerika. Itu sangat wajar, karena ketika kegelapan malam semakin pekat maka itu pertanda subuh semakin dekat, di saat serangan semakin kuat terhadap Islam maka rasa ingin tahu dan simpati juga akan semakin besar terhadap Islam. Ini adalah kabar gembira bagi dunia Islam…

Akan tetapi kabar gembira ini juga diimbangi kabar buruk, seperti di dalam Islam sendiri, umat Islam belum sepenuhnya bisa memahami Islam, buktinya masih banyak saja penentang-penentang pelaksanaan syari’at Islam dari kalangan muslim yang terpengaruh dengan arus sekularisme yang membawa jargon pemisahan urusan duniawi dari aturan rabbani.

Di sini kita penulis tidak akan mengupas tentang sekuralisme yang menjadi salah penyakit umat, namun penulis ingin kita lebih mengenal Islam ke dalam, agar tidak ada umat Islam yang menjadi duri di dalam daging nantinya.

Ajaran Islam merupakan ajaran yang sempurna, lengkap dan universal yang terangkum dalam 3 hal pokok; Akidah, Syari’at dan Akhlak. Artinya seluruh ajaran Islam bermuara pada tiga hal ini.

Akidah adalah hal-hal asasi dan mendasar dalam Islam yang berkenaan dengan keyakinan yang terletak di hati, namun ia tidak seperti yan dipahami oleh non muslim di Barat. Di Barat, akidah atau keimanan hanyalah hal-hal yan berhubungan dengan pembenaran (tashdiq) dan yang dirasakan (syu’ur), artinya hati memainkan peran besar di sana. Berbeda dengan akidah yang dipahami di dalam Islam, karena akidah dalam Islam, di samping berkaitan dengan pembenaran hati, ia juga harus di iringi dengan dalil atau sesuatu yang dapat membuktikan apa yang dibenarkan oleh hati itu dan di saat yang sama ia juga harus sesuai dengan realita. Berarti disini bukan peran hati saja yang bermain, tapi juga ada peran otak. Dengan adanya peran dua hal ini (hati dan otak) akan terciptalah keseimbangan, sebagaimana yang disebutkan Allah dalam firman-Nya:

Dan demikianlah Kami jadikan kalian (umat Islam) sebagai umat pertengahan (adil/seimbang)…”(Al-Baqarah:143)

Syari’at merupakan ajaran Islam yang berhubungan dengan perbuatan dan tindak-tanduk manusia. Secara garis besar syari’at menghimpun urusan-urusan ritual ibadah dan semua pola hubungan manusia baik itu dengan dirinya sendiri, sesama maupun lingkungannya.

Sedang Akhlak adalah sifat manusia (baik ataupun buruk) yang akan muncul pengaruhnya dalam kehidupannya. Dalam prakteknya akhlak bisa dikatakan buah atau hasil dari akidah yang kuat dan syari’at yang benar, dan itulah tujuan akhir dari ajaran Islam ini, sebagaimana sabda Rasul SAW: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia”.

Karena sumber agama adalah Allah SWT, maka untuk menjelaskan itu semua diutuslah para nabi dan rasul. Semua rasul tersebut diajarkan melalui wahyu-Nya tentang aqidah yang bernar, yang tidak pernah berubah sepanjang sejarah meskipun berganti rasul dan nabi yang diutus-Nya. Hal inilah yang dimaksudkan Allah SWT dalam firmannya QS: Asy-Syura ayat 13,

“Dia Telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang Telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya…”

Artinya, secara akidah risalah para rasul dan nabi tidak ada perbedaan, apa yang diturunkan kepada Nabi Nuh a.s, Ibrahim a.s, Musa a.s, Isa a.s dan nabi-nabi lainnya tidak berbeda dengan apa yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW dari sisi akidah, yaitu keyakinan dan iman kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan Pencipta dan Pengatur segala. Inilah dia dasar agama samawi yang sesungguhnya dan dengan inilah umat manusia sejak zaman Nabi Adam a.s sampai akhir zaman mesti bersatu…

“Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya..!”

Sedangkan yang berhubungan dengan syari’at, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan amal, perbuatan dan perilaku manusia, disinilah letak sebagian besar  perbedaan antara agama-agama samawi, karena setiap umat dan rasul memiliki syari’at dan kondisi yang berbeda-beda sebagaimana firman Allah:

“untuk tiap-tiap umat Kami berikan aturan (syari’at) dan jalan yang terang (minhaj). sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu.” (QS Al-Maidah: 48)

Demikianlah Allah menjadikan syari’at tiap umat berbeda, sesuai dengan kondisi dan tabiat masing-masing. Ssyari’at yang berbeda-beda itu terus berkembang dan berubah sampai menemui titik puncak kesempurnaannya pada syari’at Islam, yang selamanya bisa berlaku dan sesuai dengan perkembangan dan perbedaan tabiat manusia sampai akhir zaman, karena syari’at Islam adalah syari’at yang mudah dipelajari dan menjadikan kemaslahatan umat manusia sebagai salah satu asasnya.

Dengan demikian syari’at dapat menerima pergantian, perubahan dan penghapusan, seperti syari’at Nabi Musa a.s yang dihapus dan diganti dengan datangnya syari’at Nabi Isa a.s, namun lain halnya dengan akidah, ia sebaliknya tidak bisa berganti danberubah karena ia adalah sesuatu yang asasi dan titik temu antar generasi umat manusia.

Sedang masalah moralitas dan akhlak (etika) juga sebagai sisi penting yang memberikan keseimbangan bagi seorang muslim sejati.

Sebagai buah dari syari’at dan akidah yang baik,  menjadikan akhlak dalam Islam menyentuh semua lini, mulai dari lini hubungan manusia dengan dirinya, dengan sesama manusia, dengan lingkungan bahkan hubungan manusia dengan Tuhannya. Semuanya mestilah mendapatkan percikan nilai-nilai akhlak dan moralitas.

Dan bisa dikatakan juga akidah seseorang tidak sempurna jika tidak dibarengi dengan akhlak, seperti akhlak kepada Allah, Rasul-Nya dan sebagainya dalam hal akidah, bagaimana mungkin seseorang bisa dikatakan berislam dengan baik jika ia menghina Tuhannya sendiri, mengejek dan menyematkan icon-icon yang menjatuhkan kemuliaan Rasulnya?.

Demikian juga syari’at, mesti juga diiringi dengan akhlak dan moral, tidak perlu mengambil contoh jauh, shalat saja terang-terangan salah satu tujuannya adalah untuk menghindarkan manusia dari sifat keji dan mungkar yang sekaligus menjelaskan sisi moralitas dari ibadah dalam Islam,

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar”. (QS. Al-Ankabut: 45).

Dalam Islam juga diajarkan agar untuk mencapai sebuah kebaikan itu juga harus melalui jalan yang baik, artinya ada larangan menempuh jalan-jalan bathil untuk sebuah kebaikan, inilah dia konsep etika dan moralitas Islam. Contoh kongkrit lainnya, coba kita perhatikan banyak kita yang selama ini menyerukan anti KKN namun dalam kenyataan ikut menyuburkan praktek KKN itu sendiri, perhatikanlah di kepanitian-kepanitian yang kita bentuk di kalangan mahasiswa? Berapa banyak yang bertindak sebagai aktor-aktor korupsi junior? Betapa sebagian kepanitian itu selalu berfikir untuk menghabiskan dana yang didapat pada akhir kepanitiaan dengan mengadakan rihlah/jalan-jalan dan tasyakuran yang semuanya terselubung dalam istilsah LPJ? Atau juga dari masa mahasiswa kita sudah diajarkan saling sikut untuk memperebutkan kursi? Dimana letak nilai-nilai etika dan moral agen reformasi? Maka tidak heran jika reformasi tersendat-sendat.

Jadi demikianlah universalitas dan jalan kesempurnaan yang diajarkan Islam, yaitu jalan yang menyeimbangkan antara Akidah, Syari’at dan Akhlak.

About these ads

19 Komentar »

  1. Ifan Said:

    Alhamdulillah.. Satu lagi saya membaca tulisan yg begitu bermakna dan bermanfaat. Terimakasih..

  2. asazain Said:

    Menarik sekali karena merupakan prinsip2 ajaran agama islam, untuk itu mohon info mengenai buku2 referensinya yang akan saya jadikan acuan untuk materi ceramah. trims jazakumullah khairo katsiran

  3. ragab304 Said:

    Asy-syukru lillah..terima kasih tanggapannya. Tulisan ini sebenarnya kumpulan materi yang saya dapatkan dari diktat kuliah (materi Akidah & Tauhid, Tarikh Tasyri’/sejarah hukum islam) dan beberapa majelis ta’lim dosen-dosen di Al-Azhar Kairo. Tapi sebagian besar isi tulisan ini merujuk pada buku Dirasat fil ‘Aqidah al-Islamiyah karangan Dr. ‘Awadhullah Gad al-Higazi (diktat mata kuliah Tauhid).

    Tapi tentang referensi berbahasa Indonesia, saya mohon maaf, sebab saya belum banyak tahu. Hmm…sepertinya kalau antum buka buku pelajaran tauhid, akidah dan pengantar ilmu fikih, saya kira antum bisa menemukan…maaf kalau tidak terlalu membantu.

  4. marx83 Said:

    saya sepakat bahwa inti ajaran agama Islam adalah aqidah, syariah dan akhlaq. namun jika kita menyimak perkembangan kehidupan berbangsa kita, variabel terakhir akhlak seakan menjadi sekedar gagasan teoritis belaka. dari punggawa ekskutif, yudikatif, legislatif sampai pada dataran grass root ajaran akhlak dalam Islam seakan hanya sebagai wacana saja. salam kenal bung! kunjungi aku juga di http://www.marx83.wordpress.com

  5. BUDI ANDUK Said:

    OK…………………………………………………. COY
    SAYA SETUJU

  6. usman maru'dani Said:

    Alhamudulillah…..

    Allah telah menurunkan Rahmat-Nya berupa jaringan maya seperti ini, sarana dakwa lebih maju lagi Insyaallha akan terus berkembang.

    Setiap detik setiap hembusan nafas dan setiap detak jantung mudah-mudahan senantiasa ada keagungan Allah yang mengiringinya agar terwujud AQIDAH di Sisi Allah.

    Dan agar membawa diri ini merefleksikannya kedalam apa yang diajarkan Oleh Rasul Allah Muhammad SAW lewat ibadah yang berwujud SYARIAT

    Akhir yang daku inginkan di Dunia ini dari perjalananku di atas adanya kebaikan yang tersebar di hatii saudara-saudaraku semua dengan sentuhan AKHLAK yang mulia bersumber dari ALLAH DAN RASUL-NYA MUHAMMAD.

    Aamiin

  7. fahiiima Said:

    makasiii…tambahan ilmu agamanyaaaaa….!!!

  8. Tyar Said:

    ass.. wr. wb.
    Numpang mampir nih..slam kenal bwt yng pnya blog..
    Alhamdulilah catatannya bisa nambah wawasan..

    Nb. klo boleh ane mo tukar backlink di blogroll nte..
    Was.

    thanks

    Tyar,

  9. ragab304 Said:

    wa’alaikum salam wr wb

    boleh-boleh aja..:)

  10. terima kasih tentang artikelnya, tetapi
    yang lebih penting lagi, kita harus mencari dan mengerti tentang tuhan loh, siapa tuhan….anda tahu ?

  11. arman Said:

    alhamdulillah,,,saya sangat senang membaca blog anda,
    tapi akan lebih bagus jika anda menerangkan pengertian aqidah,syari’at dan ahklak secara bahasa dan etimologi serta memberi contoh-contoh relanya,,

  12. Derismansyah Said:

    Saya suka tulisan dan info ini. Sangat berguna, pemberi informasi dan pengingat. Semoga seluruh Umat Islam diberi keselamatan dunia dan Akhirat! amin.

  13. rusliharby Said:

    aqidah, akhlak dan keteladanan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, tidak dapat dipisahkan, pengintegrasian dalam kehidupan itu pengamalan syariah, jika dipisahkan maka lahirlah firkah ( skuler, kapita lis, dll )akibatnya pengamalan islam tidak utuh, umat islam jadi lemah serta untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan untuk keperluan sesama sulit, apalagi mengukuti aturan yang Maha Kuasa.

  14. theNks yaH tas aRtikelnya uhH
    snGggat berManfaaT

  15. alfln soraya Said:

    oooooooooooooooooo ya q juga setuju syukran ya artikeilnya karna bsa menamba pengetahuanq

  16. nur fatimah zahra Said:

    jazakalloh khoiron katsiro….

  17. simon Said:

    wah keren…

  18. farid Said:

    terimakasih ilmunya……

  19. Generating your posts or weblog posts accessible for reprints by other
    ezine publishers and webmasters would be the cornerstone strategy in developing an avalanche of pre-competent site visitors on your own website.

    Need to you want your information so you can get picked up and massively distributed
    by other of us, outlined here are 7 typical faults to prevent:

    On top rated of that to obtaining your post proofed by other individuals, you might also ought
    to be positive that you’ve got obviously defined paragraphs. Totally almost nothing is worse than an enormous blob of textual information with 20 run-on sentences.

    Target audience now not learn articles or web site posts in depth and frequently only ‘scan’ your publish. They need to have little bites of data that is normally effortlessly digested… also referred to as “info-snacking.”

    Preserve your “express” within the quite exact same person all by means of the whole guide. If that you are employing the primary gentleman or woman express (I, me) or the 2nd human being currently being (you, we, us) or maybe the 3rd unique particular person (they, them, he, she)…be consistent by staying in one terms for the whole manual.

    If that you’re as outstanding as you definitely know
    you take place to generally be, there is certainly
    no explanation to fill the technique from the
    report with hype, gratuitous inbound links with your
    world-wide-web website or blatant self-promotion. Audience
    are intelligent and will see proper by implies of your “hype-veil.”

    Far better to only offer or pitch your organization within the HELPFUL SOURCE
    FIELD underneath the total human body of the write-up.

    Analyze I’ve accomplished indicates which the valuable useful resource discipline usually will get a a couple of% CTR (Quickly click on By means of Fee). Be assured you require on attain of that by not marketing incredibly hard within just the process from the guidebook.

    Fixed oneself within just your reader’s footwear and problem your self,
    “What does this report supply me?” Investigation what your
    reader wishes to go through by executing survey’s collectively with your personal industry or do essential phrase investigation engine research to seek out out what individuals are looking for.

    It can be genuinely larger to go in-depth on a narrow topic. Define it. Describe it. Relate to it. Use bullet ideas or numbered lists. Offer you a magic formula or expertise that you’ve across the subject matter.
    Be special in covering your topic as narrowly as you possibly can in
    the way which has not been performed by other folks. Brevity is golden.

    The headline is usually ~95% together with the initial motive why an individual might well understand your publish-up or transfer it more than for one more report. Definitely usually do not bore your audience out of your gate employing a dull headline or worse, a boring introduction for the guidebook.

    If you’ve for making use of two sentences to generate your headline, you transpire to become contemplating significantly far too challenging. Preserve it uncomplicated and allow it being brief. Use key phrase investigation instruments to optimize your write-up title.

    It really is OK to study The web for create-up ideas, but it certainly’s not OKAY to replicate name-for-time period of any guide. Paraphrasing also can be classified as plagiarism. Be authentic. Make it possible for the phrases flow from your mental into your posting. You are going to rest considerably greater at evening and your posts can have the next value within the industry.

    Looking for information articles or blog posts just isn’t an awesome imagined…specially whenever you will not likely get an exclusive license to function with them. What fantastic could be the identical guidebook if hundreds of folks phone it their very own? In case you do outsource your post producing to ghost writers, be particular you would possibly have an exclusive ideal or license for that operates.

    The BASE BOX is your spend out-away from for supplying your report up for free reprints, but usually don’t abuse the welcome mat by which contain a dozen website addresses. Stick with a solitary net web page URL or two at by a lot essentially the most and also you’ll uncover your report may perhaps uncover the following distribution fee.

    In the occasion you would love to be seriously tacky, consist of an internet-based hyperlink through the RESOURCE SUBJECT.

    A greater procedure is to acquire a domain name registered for every single internet-dependent method that you choose to pitch and consist of the domain determine that rewrites or refreshes as part of your web-primarily based hyperlink.

    This can be drastically significantly a smaller amount tacky and appears to get like significantly a lot more specialized.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: