MAZHAB HANAFI

a. Profil Imam Mazhab (Imam Abu Hanifah r.a)

Lengkapnya, nama Imam Abu Hanifah adalah Nu’man bin Tsabit bin Zutha, lahir pada tahun 80 H di kota Kufah dan meniggal tahun 150 H (tahun lahirnya Imam Syafi’i). Ketika beliau lahir umat Islam berada dibawah kekhalifahan Bani Umayyah, tepatnya khalifah Malik bin Marwan, sedang di Irak sendiri yang menjadi walinya adalah al-Hajjaj ats-Tsaqafi.

Di waktu muda beliau juga merasakan keadilan khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan hidup beliau terus berlanjut ketika Bani Umayyah jatuh dan digantikan oleh Bani Abbasiyah. Jadi bisa dikatakan bahwa beliau sangat mengetahui tentang polemik, kemajuan dan kemunduran kekhalifahan Bani Umayyah. Sedangkan ketika beliau wafat umat Islam berada dibawah kekhalifahan al-Manshur dari Bani Abbasiyah.

Beliau termasuk kalangan Tabi’in, sebab waktu itu beberapa Shahabat masih hidup, seperti Anas bin Malik r.a di Basrah, Abdullah bin Abi Aufa di Kufah, Abu Thufail Amir bin Wailah di Makkah dan Sahal bin Sa’ad bin Sa’idi di Madinah, namun beliau tidak pernah bertemu dengan seorangpun diantara mereka. Dengan demikian mazhab ini adalah mazhab yang tertua diantara mazhab-mazhab Ahlu Sunnah. … continue reading this entry.

PERKEMBANGAN ILMU FIQH

Syari’at Di Masa Rasululah SAW

Masa Rasul SAW adalah masa terbaik, sebagaimana yang beliau ungkapkan dalam hadis: “Sebaik-baik masa adalah masaku…”. Dengan tuntunan Allah SWT, Rasul SAW berhasil membangun pondasi Syari’at dan menyempurnakannya, dan memang itulah fungsi beliau sebagai utusan Tuhan Yang Maha Tinngi, Allah Ta’ala. Pondasi Syari’at dibangun pada awal masa kerasulan, yaitu di kota Mekah, sehingga fase ini dikenal juga dengan Periode Makkiyah. Sedangkan penyempurnaannya terjadi terjadi pasca peristiwa hijarah ke Madinah, sehingga fase ini dikenal juga dengan Periode Madaniyah. … continue reading this entry.

MU’TAZILAH: ASAL USUL DAN IDE-IDE POKOK

1. Pendahuluan

Banyak aliran dan mazhab yang timbul sepanjang sejarah umat Islam. Mulai dari timbulnya aliran berlatarbelakang politik, yang kemudian aliran tersebut berevolusi dan memicu kemunculan aliran bercorak akidah (teologi), hingga bermacam mazhab Fikih, Ushul Fikih dan ilmu-ilmu keislaman lainnya.

Jika dilihat dengan kaca mata positif, maka beragamnya aliran dan mazhab dalam Islam itu menunjukkan bahwa umat Islam adalah umat yang kaya dengan corak pemikiran. Ini berarti umat Islam adalah umat yang dinamis, bukan umat yang statis dan bodoh yang tidak pernah mau berfikir.

Namun dari semua aliran yang mewarnai perkembangan umat Islam itu, tidak sedikit juga yang mengundang terjadinya konflik dan membawa kontroversi dalam umat, khususnya aliran yang bercorak atau berkonsentrasi dalam membahas masalah teologi. Satu diantara golongan/aliran itu adalah Mu’tazilah.

Banyak yang mengidentikkan Mu’tazilah dengan nyeleneh, sesat, cenderug merusak tatanan agama Islam, dan dihukum telah keluar dari ajaran Islam. Namun juga tidak sedikit yang menganggap Mu’tazilah sebagai main icon kebangkitan umat Islam di masa keemasannya, sehingga berfikiran bahwa umat Islam mesti menghidupkan kembali ide-ide aliran ini untuk kembali bangkit. Itu adalah sebagian dari sekian banyak fakta lapangan yang menunjukkan bahwa kelompok ini memang tergolong kontroversial. … continue reading this entry.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1429 H

ISRA’ MI’RAJ STANDAR KEIMANAN UNTUK KEMENANGAN UMAT

Dalam sebuah riwayat dari Ummu Hani’ (istri Rasulullah SAW) disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidur di rumah Ummu Hani’ pada malam peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Selepas shalat Subuh beliau berkata, “Wahai Ummu Hani’, sungguh aku telah melaksanakan shalat Isya yang terakhir di lembah ini (Makkah) sebagaimana yang engkau saksikan, kemudian aku mengunjungi Baitul Maqdis, lalu shalat di sana, kemudian aku shalat Subuh bersama kalian sebagaimana yang engkau saksikan, lalu Rasulullah bermaksud untuk pergi ke luar, Mummu Hani’pun berkata, “Wahai Nabi Allah jangan engkau ceritakan peristiwa ini pada orang-orang, niscaya mereka akan mendustaimu”, beliau menjawab, “Demi Allah, aku akan meceritakannya pada mereka”. Kemudian beliaupun melakukannya dan orang-orang pun mendustainya. … continue reading this entry.

« Entri lama